Susu Kambing Etawa
← Kembali ke Artikel
BACAAN KONSUMEN · GIZI & KESEHATAN

Kandungan dan Manfaat Kedelai bagi Kesehatan: Mengenal Protein Nabati

Protein nabati yang akrab dalam menu keluarga: kenali gizinya dan pilih olahannya.

Kemasan Sari Kedelai Instan Naga SP dalam latar alami
Ilustrasi produk Sari Kedelai Naga SP. Kandungan setiap sajian mengikuti label kemasan.

Kedelai merupakan bahan pangan yang akrab dalam keseharian keluarga Indonesia. Tempe, tahu, dan sari kedelai merupakan contoh olahan yang mudah dinikmati dalam beragam menu.

Selain menjadi pilihan bahan masakan, kedelai menyediakan protein nabati dan senyawa yang banyak diteliti. Manfaatnya perlu dipahami sesuai bentuk produk, porsi, serta keseluruhan pola makan.

Kandungan Kedelai yang Perlu Diketahui

Protein Nabati

Kedelai dan olahannya termasuk pilihan sumber protein nabati. Protein dibutuhkan untuk membentuk dan memelihara jaringan tubuh, termasuk otot, serta menjadi bagian dari enzim dan hormon. Kedelai dapat melengkapi pilihan protein bersama kacang-kacangan dan makanan lain. [1]

Serat, Lemak, dan Zat Gizi Lain

Kedelai sebagai bagian dari kelompok kacang-kacangan dapat menyumbang serat dan lemak tak jenuh. Kelompok makanan sumber protein juga menyediakan zat gizi seperti vitamin B, zat besi, seng, dan magnesium. Kandungan setiap olahan berbeda; biji kedelai utuh, tahu, tempe, dan minuman kedelai tidak mempunyai nilai gizi yang selalu sama. [1]

Isoflavon

Kedelai mengandung isoflavon, yaitu senyawa nabati yang strukturnya menyerupai hormon estrogen. Isoflavon dalam pangan berbeda dari suplemen yang mengandung ekstrak pekat. Efek kesehatan keduanya tidak sebaiknya dianggap sama. [2]

Manfaat Kedelai dalam Pola Makan Sehari-hari

1. Membantu Melengkapi Asupan Protein

Tahu, tempe, dan olahan kedelai dapat menjadi pilihan untuk menambah variasi protein. Bagi orang yang lebih banyak mengonsumsi makanan nabati, variasi dan jumlah sumber protein tetap perlu diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan harian.

2. Berpotensi Mendukung Pengelolaan Kolesterol

Menurut NCCIH, mengganti sebagian sumber protein lain dengan protein kedelai dapat menurunkan kolesterol dalam jumlah kecil. Efek ini juga bergantung pada susunan menu secara keseluruhan, termasuk makanan yang digantikan. Kedelai bukan pengganti obat penurun kolesterol. [3]

3. Memberi Pilihan Minuman Nabati

Minuman kedelai dapat menjadi pilihan bagi orang yang memilih minuman berbahan nabati. Untuk membandingkannya dengan susu, periksa protein serta fortifikasi kalsium dan vitamin pada label. MyPlate memasukkan minuman kedelai yang difortifikasi ke kelompok susu karena kesamaan kandungan gizinya; hal ini tidak berlaku otomatis pada setiap sari kedelai. [4]

Bagaimana dengan Manfaat untuk Menopause?

Penelitian menunjukkan protein kedelai atau suplemen isoflavon mungkin membantu mengurangi frekuensi dan keparahan rasa panas mendadak saat menopause. Namun, efeknya dapat kecil dan hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten. Temuan ini tidak menjadi jaminan bahwa setiap minuman kedelai memberikan manfaat yang sama. [2]

Cara Menikmati Kedelai dengan Bijak

Apakah Sari Kedelai Memiliki Gizi yang Sama dengan Kedelai Utuh?

Penggilingan, penyaringan, pengolahan menjadi serbuk, dan bahan tambahan dapat memengaruhi kandungan protein, serat, gula, dan zat gizi lain. Karena itu, kandungan kedelai utuh tidak dapat langsung digunakan untuk menyatakan kandungan sebuah minuman.

Untuk Sari Kedelai Naga SP, ikuti petunjuk penyajian serta periksa komposisi dan informasi nilai gizi pada kemasan. Artikel ini membahas kedelai secara umum dan tidak menyatakan bahwa produk mempunyai manfaat atau kandungan yang sama dengan bahan atau suplemen penelitian.

Kedelai untuk Menu yang Lebih Beragam

Kedelai dapat menjadi pilihan protein nabati dalam menu keluarga. Nikmati sesuai kebutuhan, pilih pengolahan yang sesuai, dan tetap utamakan makanan yang beragam.

Kenali Produk Naga SP ↗